NILAI MODERASI BERAGAMA
- Tasamuh dan Urf (Menghormati Budaya)
Aliran Murji'ah berpaham bahwa yang penting ialah iman di dalam hati sehingga ucapan dan perbuataan seseorang tidak merusak iman seseorang. Doktrin tentang iman tersebut sangat berbahaya karena dapat membawa pada moral latitude, yaitu sikap memperlemah ikatan-ikatan moral, atau masyarakat yang bersifat permissive, masyarakat yang dapat mentolerir penyimpangan-penyimpangan dari norma akhlak yang berlaku. Karena yang dipentingkan hanyalah iman, norma-norma akhlak yang dianggap kurang penting dan diabaikan oleh orang-orang yang menganut paham demikian.
Berdasarkan uraian di atas dapat kita ambil nilai moderasi beragama Tasamuh. Akan tetapi tasamuh atau toleransi ini harus digaris bawahi bahwa toleransi itu hanya diperbolehkan dalam hal yang bersifat mu'amalah saja tidak untuk hal yang menyangkut ibadah, akidah, dan syari'at. Ketika bertoleransipun kita tidak boleh langsung serta merta menerima semua budaya yang ada. Akan tetapi, kita harus mampu memfilter mana saja yang bisa diakomodir dengan budaya kita. Apabila budaya tersebut sudah dirasa menyimpang dengan paham kita, sebisa mungkin kita memfilter budaya tersebut.
- Ishlah (Perbaikan)
Mu'tazilah : Kita harus menyisihkan mana-mana pendapat Mu'Tazilah yang kita nilai berlebihan sehingga kita tidak terperangkap dalam hal yang tampaknya baik menurut akal tetapi ternyata buruk menurut ajaran Islam. Kita bisa mengetahui simpul-simpul pola kerja dan pola piker Mu'tazilah untuk kita teladani yang baik dan benar dan kita buang jauh-jauh yang buruk dan salah.
- Anti Kekerasan
Indonesia adalah negara yang sangat beragam masyarakatnya mulai dari suku, budaya, rasa, etnis dan bahasa. Kita hidup di tengah-tengah masyarakat dengan latar belakang yang heterogen harus bisa menempatkan diri dan saling menghargai serta apabila dari masyarakat yang heterogen tersebut berbeda pendapat dengan paham kita, kita tidak boleh memaksakan orang lain itu harus sama dengan kita bahkan sampai terjadi pertumpahan darah. Bukankah mukmin satu dengan satu yang lain itu bersaudara??. Bahkan ada hadist yang menyatakan bahwa mukmin itu diibaratkan sebagai sebuah bangunan.